Header Menu

>

Para Ilmuwan Dunia Kompak Tandatangani Petisi Tolak Jaringan 5G. Ada Apa?

Kehadiran jaringan internet super cepat 5G tampaknya memang akan segera hadir di tengah-tengah warga. Bahkan produsen smartphone populer sudah mempersiapkan perangkat-perangkat terbaru mereka yang telah mempunyai teknologi untuk mendukung jaringan 5G. Huawei (dan ZTE) bahkan telah menguji jaringan 5G ini di Inggris dan menyatakan bahwa teknologi ini kondusif dari kebocoran data.


Tetapi sepertinya, pengadaan jaringan 5G ini akan menemui hambatan. Pasalnya, banyak ilmuwan, dokter, serta orang-orang pegiat lingkungan hidup telah kompak menandatangani petisi untuk menghentikan pengembangan teknologi jaringan nirkabel 5G ini lebih lanjut. Hal ini - jaringan 5G - berdasarkan mereka, mempunyai pengaruh serius dan akan menjadikan banyak sekali penyakit berbahaya dikemudian hari.

Gabungan ilmuwan, dokter, serta pegiat lingkungan tersebut telah menandatangani petisi di situs 5gspaceappeal, dan hal tersebut nampaknya berhasil menarik perhatian salah satu tubuh PBB yang menangani permasalahan kesehatan dunia ialah WHO (World Health Organization) serta kelompok negara-negara Eropa yang tergabung dalam UE. Menurut keterangan pada petisi tersebut, jaringan nirkabel supercepat 5G sangat berpotensi berbahaya bagi manusia dan didefinisikan sebagai kejahatan di bawah aturan internasional.

Lebih lanjut, keterangan pada web petisi tersebut juga menyatakan bahwa banyak sekali unsur-unsur masyarakat tersebut menolak kehadiran teknologi 5G termasuk yang berasal dari satelit luar angkasa. Menurut mereka, jaringan 5G akan meningkatkan radiasi frekuensi radio dalam jumlah besar yang tentu akan meningkatkan potensi ancaman bagi makhluk hidup. Pengujian jaringan 5G ini merupakan kejahatan di bawah aturan internasional.

Hal tersebut bisa saja benar, tetapi menarik untuk dinantikan bagaimana respon dari para pengamat teknologi jaringan 5G terkait petisi tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar