Panggilan silsilah keluarga dalam Budaya Tionghoa


Saya merupakan campuran peranakan ayah saya seorang tinghoa dan ibu saya asli jawa , saya sendiri terkadang merasa bingung untuk memanggil kerabat dari papa (suku tionghoa) kalau dari mama (suku jawa) gampang kalau kakak tinggal tambahin akhiran –Dhe kalau adik tinggal di tambahkan –Lik seperti Pak Dhe, Pak Lik, Bu Dhe dan Bu Lik. Gampang bukan ^^ apalagi kalau udah nasional tinggal panggil Om dan Tante saja beres ^^.

Pengaruh tradisi Jawa yang kuat
Kami yang peranakan terutama di jawa, masih mempertahankan panggilan ini namun sudah terpengaruh dengan tradisi jawa, dalam bahasa jawa hampir semua kata di berikan imbuhan awal : m, n, dan ng dan di berikan akhiran k, seperti mba > mbak, buka> bukak nah ini juga berpengaruh seperti:
  • A-Kong (kakek) > Engkong 
  • A-ma (nenek) > Emak
  • Koh (kakak laki-laki) > Engkoh 
  • Ci (kakak perempuan) > Cik 
  • Cek (adik lelaki papa) > Encek 
  • Kou (Saudara perempuan papa) tidak berubah tetap Kou 
  • Pa (kakak lelaki papa) > Empek 
  • So (Saudara Ipar Perempuan) > Enso 
  • Ku (Saudara Lelaki Mama) > Engku 
  • Yi (Saudara Perempuan Mama) > Yik

Pembagian Silsilah keluarga dibagi berdasarkan garis ayah atau ibu
Garis keturunan Ayah / papa dan dari garis keturunan ibu / mama cara panggilnya berbeda. ya itu lah yang terkadang membuat pusing dan membingungkan, sebutannya pun bermacam-macam sesuai suku dan asal desa di Tiongkok.

Tentu kita tak perlu menghafal panggilan semuanya. Cukup sesuai kondisi keluarga kita masing-masing, yang penting jangan sampai salah panggil atau tertukar. kalau saya gampang cuma dari garis keturunan papa saja ^^.

Namun demikian, tetap ada saat tertentu kita kebingungan. Seperti pada momen Pertemuan keluarga besar, baik itu Tahun Baru Imlek, Pernikahan dan saat semua anggota keluarga besar berkumpul saat kita bingung orang yang lebih tua pun tak jarang lupa harus panggil bagaimana dan akhirnya sama-sama bingung.

Terkadang ada yang memanggil dengan tambahan nama sebagai contoh: saya memanggil adik papa saya dengan panggilan Cek Tong (Kho Giok Tong), Cek Rudi dan untuk saudara perempuan papa seperti Kou Swan (Kho Giok Swan), Kou Yang (Kho Giok Yang) serta kakak laki laki papa Mpek Djing (Kho Giok Djing) dan banyak lagi, terkadang kalau sudah lama tidak bertemu bingung lupa harus memanggil apa ^^

Di daerah saya yang sudah terpengaruh Jawa, saudara lelaki yang paling besar dipanggil Koh-De,dan yang nomer dua dipanggil Koh-Ngah, serta yang terakhir dipanggil Koh-Lik. bahasa Jawa: Gede (besar), Tengah, dan Cilik (kecil), seperti digunakan pada panggilan Pak-De, Paklik, Bu-De dan Bu-Lik. yang saya gunakan untuk panggilan kerabat pada mama saya karena mama saya orang jawa.

Papa saya sendiri sudah generasi ke berapa dan tidak bisa berbahasa nenek moyang, yang masih dikuasai adalah kalau ngomong masalah uang masih paham ^^, cepek , pekgo, goban, cetiau hahahah berebeda jauh dari yang masih keturunan totok yang masih banyak fasih berbahasa mandarin. 

Keluarga Tionghoa peranakan berbeda dengan keluarga totok yaitu keluarga yang kakek dan neneknya turun kapal langsung dari cina, Keluarga totok biasanya generasi berikutnya antara tahun 1935–1955, dimana masih ada sekolah tionghoa yang kemudian di tutup oleh rezim orde baru, keluarga totok masih lancar dalam berbahasa mandarin.

Dalam keluarga totok nama panggilan untuk kerabat tidak boleh salah sebut. Karena yang merasa dituakan dapat tersinggung jika panggilannya salah. dapat di pastikan langsung dapat kuliah singkat tentang silsilah keluarga ^^, contohnya seperti:
  • kakek dari papa (Ah-Kong atau Engkong saja) 
  • kakek dari mama (Wai-Kong atau kakek luar) 
  • ibunya papa (Ah-P’o atau P’o-p’o) 
  • ibunya mama (Wai-P’o atau nenek luar) 
Tradisi panggilan silsilah ini bagus yaitu menghormati yang lebih tua dan memberi kejelasan mana yang dari pihak papa dan pihak mama. namun banyak pada generasi Tionghoa jaman sekarang generasi milenial tradisi memanggil menurut urutan ini sudah luntur dan menggunakan panggilan yang lebih mudah seperti Oom, Tante, Opa, Oma.

Penjelasan panggilan silsilah keturunan tionghoa diatas masih jauh dari kata sempurna masih banyak panggilan panggilan lain yang belum tertulis atau saya kurang tau, silahkan jika ada yang ingin menambahkan atau mengoreksinya.

Belum ada Komentar untuk "Panggilan silsilah keluarga dalam Budaya Tionghoa"

Posting Komentar

Masukan kritik dan sarannya ^^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel