Obat Generik VS Obat Paten : Mana yang lebih baik?

Dokter, resepnya jangan obat generik ya dok, saya minta yang obat paten saja biar cepat sembuh!.
hal ini pernah bahkan sering kali kita semua ucapkan pada saat pergi berobat ke dokter di kala sakit, mindset dan pikiran saya tertanam bahwa obat generik itu obat murahan dan diragukan dalam keampuhannya meyembukan penyakit. Terbesit dalam benak saya kenapa obat ini terus diproduksi dan disarankan oleh pemerintah melalui program BPJS dan ijin BPOM. Benarkah demikian?


Timbul rasa penasaran saya untuk mecari tau kebenaran tentang obat generik ini dari berbagai informasi di web site dan narasumber kesehatan secara langsung, dan jawaban yang saya peroleh ternyata apa yang ada di pikiran saya selama ini mengenai obat generik adalah salah sobat, dan ternyata obat generik ternyata memiliki bahan baku dan kualitas yang sama denga obat paten lainya.
Lha kalau sama koq bisa obat generik jauh lebih murah dari obat paten yang mahal?

 Kenapa obat paten atau bermerk harganya mahal?

Obat paten merupaka obat yang pertama kali di temukan dan di beri hak paten dalam produksi obatnya, karena dalam menemukan obat baru  di butuhkan penelitian dan riset yang lama serta biaya yang mahal, hal ini yang membuat hak paten menjadi mahal.

Apa itu obat paten ?

Obat paten atau obat yang memiliki hak paten tidak boleh di produksi oleh perusahaan lain selain yang memiliki hak paten tersebut, namun hak paten ini hanya berlaku selama 20 tahun dan tidak dapat di perpanjang.
Hak paten suatu obat hanya berlaku selama jangka waktu tertentu dan tidak dapat diperpanjang
Sebagai contoh obat antibiotik Amoksisilin yang ditemukan pada tahun 1972 oleh perusahaan farmasi Glaxosmithkline, tidak ada boleh perusahaan farmasi lain selain Glaxosmithkline yang boleh memproduksi Amoksisilin yang saat itu diproduksi dengan nama Amoxil® namun setelah hak masa hak paten berakhir maka perusahaan farmasi lain berlomba-lomba untuk membuat obat dengan khasiat dan komposisi yang sama, nah obat inilah yang nantinya disebut dengan obat generik.

Mari mengenal lebih dekat mengenai obat generik

Obat generik hapir bisa dibilang merupakan jiplakan dari obat paten sehingga tidak memerlukan penerlitian atau riset dan waktu yang lama sehingga biaya pun murah, untuk kualitas tidak perlu diragukan karena sama dengan obat paten yang telah ada sebelumnya

Obat generik dibedakan menjadi dua macam :
  1. Obat Generik Berlogo (OGB)
  2. Obat Generik Bermerek (Obat Bermerek)
Obat Generik Bermerk inilah yang banyak beredar di pasaran dan orang salah kaparah menganggap sebagai obat paten padahal itu adalah obat generik yang di beri merk dagang tanpa logo generik oleh perusahaan obat atau farmasi.

Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil bahwa obat generik mempunyai komposisi dan khasiat yang sama namun dengan harga yang murah dikarenakan tanpa ada hak paten dan penelitian terlebih dahulu hanya tinggal copy dari obat paten yang sudah ada terlebih dahulu
Obat Generik memiliki kualitas khasiat yang sama dengan Obat Paten

Jadi sobat kita tidak perlukwatir tentang kualitas obat generik karena hal ini sudah di jamin pemerintah bahwa obat generik itu aman dan kualitasnya sama, bahkan melalui sebuah peraturan mentri kesehatan No. HK.02.02/ MENKES/068/I/2010 mengenai Obat Generik wajib di gunakan di semua fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah.

Jadi sobat dengan kualitas dan khasiat yang sama kalau ada yang lebih murah buat apa beli yang lebih mahal?

Belum ada Komentar untuk "Obat Generik VS Obat Paten : Mana yang lebih baik?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel